Biasanya Panthana akan bangun siang di saat hari minggu tiba. Menurutnya hari minggu merupakan saatnya untuk bermalas-malasan di atas tempat tidur. Namun tidak demikian dengan hari minggu kali ini. Sudah sejak pukul 5 pagi, dia sudah terjaga. Aroma tubuhnya wangi semerbak karena dia sudah mandi dan menyemprotkan parfum kesukaannya. Air menetes dari rambutnya yang masih basah sehabis keramas. Air itu menetes mengalir dari pelipisnya, menambah kesan seksi pada penampilannya pagi ini. Dia duduk dengan santai di ruang tengah, padahal ibu dan adiknya masih terlelap sekarang. Kejadian menggemparkan semalam karena ulah hantu anak kecil yang menjahili Kanya dan memporak porandakan kamarnya, membuat mereka terjaga nyaris semalaman. Panthana mengembuskan napas lelah dikala pikirannya kembali men

