Jomlo 49 *Happy Reading* "Aku capek pacaran, Fan. Kapok tepatnya. Jadi, kalau kamu emang beneran serius sama aku. Langsung ketemu Abah aja, deh. Nanti pacarannya biar abis ijab qobul aja." Aku pun refleks menggaruk belakang leher yang sebenarnya tidak gatal, saat akhirnya teringat kalimat di atas yang kayaknya memang pernah aku ucapkan pada Irfan. Jangan tanya bagaimana kondisi wajah dan perasaanku. Tentu saja sudah memerah seperti orang demam kembali, dan kikuk parah. Ah, lagi-lagi aku mempermalukan diri sendiri. "Sudah ingat?" Seakan tahu apa yang aku rasakan, Alan pun menyindir. Namun, tetap dengan wajah datar dan hanya melirik sekilas saja ke arahku. Membuatku langsung membuang muka ke arah jendela pintu di sampingku. "Ternyata susah ya, nikah sama pengacara itu. Sukanya nga

