Jomlo 66 *Happy Reading* "Siapa pun kamu dan bagaimanapun masa lalu kamu. Tidak akan pernah Umi permasalahkan, Nak. Selama kamu bisa membuat Hasmi bahagia, itu cukup buat Umi." Umi pun menutup obrolan malam itu dengan kalimat yang sukses membuat Alan terharu sekaligus ragu waktu yang sama. Membahagiakan Hasmi? Mampukah Alan? Meski sebenarnya Alan tahu pasti, hal apa yang bisa membuat Hasmi bahagia. Tetapi .... entah kenapa Alan masih berat melakukannya. Kata cinta. Itukan, yang sangat ingin Hasmi dengar? Juga, akan sangat membuatnya bahagia. Tapi .... bagaimana mengatakannya? Hatinya sendiri masih terasa berat mengucapkan kalimat sakral itu lagi. Katakan Alan masih trauma dengan kalimat sakral itu. Dan ya, memang itulah yang sebenarnya terjadi. Alan pernah menjadi seorang pecinta

