BAB 16

558 Kata
Pagi hari Indri bangun lebih pagi dari biasanya karena mulai sekarang ia harus memasak dirumah Reza. selasai memasak ia kembali ke kamarnya dan mandi. setelah memakai seragamnya ia keluar kamar dan ia sarapan sendiri karena Reza belum bangun. ketika Indri akan mengeluarkan motor dari bagasi, ia baru ingat kalau kunci motornya dibawah oleh Reza dan ia juga belum mendapat uang saku. ia pun menaiki tangga dan memasuki kamar Reza. tapi ia binggung kamar Reza yang mana karena diatas ada 4 pintu kamar. dan ini pertama kalinya ia naik ke atas. ia pun mengetuk pintu pertama. "kak... kak Reza... " panggil Indri sambil mengetuk pintu, tapi tidak ada sahutan dari dalam. ia pun penasaran dengan isi dalam kamar itu, ia membukanya dan nampaklah lemari kaca yang penuh dengan buku-buku tebal. "hmm... sepertinya ruangan perpustakaan. eh salah, ruangan kerja mungkin.!" gumam Indri memprediksi .ia pun menutup kembali pintu itu. "kalau ngetuk pintu satu/satu dan nunggu jawaban kak Reza yang belum tentu bangun, aku bila telat nih. oke lansung buka aja kalau begitu. " ujar Indri Indri pun membuka pintu kedua dan isinya kamar kosong. ia pun menutup kembali pintu itu, setelah itu ia kembali membuka pintu kamar ke tiga dan nampaklah Reza sedang berdiri di depan lemari mencari pakaian dengan bertelanjang d**a. "KYAAAKKK.! " teriak indri lalu menutup pintu kembali. Reza pun terkejut karena tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan tampaklah Indri disana. "hei... kamu enggak bisa ngetuk pintu dulu apa.??" teriak Reza dari dalam kamar. "aku buru-buru kak.. ! mana kunci motornya.?" jawab Indri dari balik pintu. Reza pun membuka pintu kamarnya setelah memakai kemeja dan celana kerjanya. "nih..! " ucap Reza sambil memberikan kunci motor kepada Indri. "STNK.? " tanya Indri lagi sambil menyodorkan tangannya pada Reza. "masuk.! " ajak Reza, dan Indri pun ikut masuk kedalam kamar Reza. ternyata kamar Reza kebih besar dari kamar yang Indri tempati. Reza mengambil dompetnya lalu mengeluarkan STNK dan memberikannya kepada Indri. "mmm... uang saku.?? " pinta Indri sambil menyodorkan telapak tangannya. "berapa biasanya.?? " tanya Reza "dua puluh ribu. " Reza pun mengeluarkan uang lima puluh ribu. indri menerimanya dengan senang hati karena uang sakunya naik. "untuk 2 hari. " ucap Reza "makasih kak. " jawab Indri lalu ia berbalik pergi. "hei, Salim dulu. " ucap Reza sambil mengulurkan tangannya .Indri pun berbalik dan mencium punggung tangan Reza lalu kembali turun dan melajukan motornya menuju sekolah. setelah itu Reza menuruni tangga dab menuju ke meja makan. ia membuka tudung saji dan melihat ikan gurami asam manis. segera ia mengambil nasi dan lauk lalu menyantapnya dengan lahap. "mmm... " enak juga bukan Reza. setelah sarapan Reza segera mengemudikan mobilnya menuju ke perusahaan. di perusahaan, romi sudah menunggu Reza di ruangannya "ada apa.? tumben pagi-pagi kamu sudah ada di ruanganku.?" tanya Reza pada Romi. "emm.... sepupumu enggak kesini lagi Rez.?? " tanya Reza ingin tahu "kenapa.? " tanya Reza sambil menyalakan laptopnya. "dia cantik, umur berapa sih.?? " tanya Romi penasaran. "18 tahun, eh jangan bilang kamu suka dia.? " tanya Reza curiga. "sepertinya begitu Rez,hehehe...! " jawab romi mesem-mesem. "tidak boleh, dia masih sekolah. " cegah Reza. "tidak apa-apa ,bakalan aku tunggu Rez.! jawab Romi ngotot "pokonya enggak boleh. " ujar Reza menghalangi keinginan Romi. "terserah..! pokoknya aku harus dapetin dia. " ucap Romi bersikukuh. "awas kalau macam-macam sama Indri Rom.!" ancam Reza, Romi hanya tersenyum misterius lalu pergi dari ruangan Reza.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN