BAB 15

514 Kata
Indri berusaha keras agar air matanya tidak jatuh. setelah menghabiskan makanannya ia segera mencuci piring lalu masuk ke dalam kamarnya lalu menutup pintunya. ia lalu mengambil handuk terus masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. di dalam kamar mandi Indri mengguyur tubuhnya sambil menangis. "sudah 18 tahun masih aja enggak boleh pacaran. bapak sama kak Reza sama aja. " gumam Indri kecewa karena tidak dapat izin dari Reza. selesai mandi, Indri melilitkan handuk di tubuhnya dan keluar dari dalam kamar mandi. ia menyisir rambutnya lalu menguncirnya ke atas. karena terlalu lama menangis, rasa kantuk pun datang. ia merabahkan tubuhnya diatas ranjang dan ia pun tertidur. Reza tidak tahu dan tidak mengerti kalau Indri menangis karena bentakannya. setelah makan tadi ia kembali ke kamarnya di lantai atas lalu mandi. setelah mandi ia menyatakan laptop dikamarnya lalu melihat file-file  pekerjaannya. karena terlalu serius Reza tidak menyadari kalau sekarang sudah jamn 7 malam. karena tadi hanya makan somay, sekarang Reza mulai lapar lagi. ia segera keluar kamarnya dan turun berharap Indri sudah memasak kayak biasanya. Namun,ia tidak menemukan Indri di dapur. di meja makan pun tidak ada makanan sama sekali,kini ia menghampiri kamar Indri. "Ndri.. ndri... kamu enggak masak?" tanya Reza sambil mengetuk pintu pintu kamar Indri yang ternyata tidak di kunci. ia masuk dan melihat indri tidur diatas ranjang hanya menggunakan handuk yamg melilit di tubuhnya dan hampir melorot. " ini pinsang apa tidur sih.? " gumam Reza sambil menguncang tubuh Indri. "Ndri.. ndri.. " panggil Reza dengan lembut. "mmm.. " cuman Indri lalu menggeliat dan membuka matanya. "kenapa kamu enggak pakai baju.?" tanya Indri penasaran dan Indri pun melihat tubuhnya dan ia melihat ia hanya memakai handuk yang hampir melorot. "KYAAAKKK KELUAR... " teriak Indri lalu mendorong tubuh Reza keluar dari kamarnya. "Ndri.. aku laper. kamu enggak masak.??" tanya Reza saat di dorkng Indri keluar "sebentar, aku ganti baju dulu.! " jawab Indri saat mendorong Reza keluar "aku tunggu di meja makan ya.? " tanya Reza "iya. " balas Indri tidak berapa lama kemudian Indri keluar dan menuju dapur. dan ketika akan membuka kulkas Reza mencegahnya. "mata kamu kenapa..?" tanya Reza yang melihat mata Indri bengkak. "enggak kenapa-napa " jawab Indri singkat lalu memalingkan wajahnya dari Reza. "kamu nangis.? kenapa.?" tanya Reza sambil memegang dagu Indri dan mengarahkan wajah Indri ke arahnya. Indrin pun menepis tangan Reza dan akan beranjak pergi namun tangannya di cegah oleh Reza. "kenapa.? kamu enggak betah disini.? " tanya Reza lagi, Indrintidka menjawabnya. tiba-tiba tubuhnya bergetar, ia menangis lagi. Reza pun memeluk tubuhnya. "jangan menang, kalau enggak mau cerita ya sudah. enggak apa-apa, enggak usah masak, aku keluar dulu beli nasi goreng ya.??" ujar Reza melepas pelukannya lalu menuju kamarnya mengambil jaket dan kunci motor. "ikut... " rengek Indri saat Reza akan pergi, ia takut sendirian dirumah. "ambil jaketmu. " perintah Reza sambil mengeluarkan motornya. Indri pun bergegas ke kamarnya mengambil jaket lalu memakainya dan keluar menuju Reza. Reza memasang helm di kepala Indri. setelah itu Reza membonceng Indri ke arah jalan raya mencari nasi goreng yang ada di pinggir jalan. setelah memarkirkan motornya, Reza memesan 2 bungkus nasi goreng.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN