BAB 18

540 Kata
setelah mandi, seperti biasa indri dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya. saking asyiknya mengeringkan rambut dengan handuk lain, ia tidak menyadari Reza sedang berbaring diatas ranjangnya sejaki tadi. "kamu mandi apa tidur. ? lama sekali dalam kamar mandi.? " ucap Reza tiba-tiba membuat Indri terkejut. "kenapa kak Reza ada disini.? keluar..! aku mau ganti baju. " ucar Indri mengusir Reza dari dalam kamarnya. " jelaskan dulu, tadi kamu habis darimana .?" tanya Reza seraya melihat Indri hanya memakai handukndi tubuhnya. "besok aja kak. aku capek, ayo keluar dari kamarku. " usir Indri "kamu pacaran.? bukannya aku bilang kamu tidak boleh pacaran.?" ujar Reza yang masih berbaring di ranjang Indri "enggak, aku enggak pernah pacaran. bapak enggak ngizinin. " jawab Indri sambil mengambil piyama dari dalam lemari. "lalu yang antar kamu tadi siapa.? " tanya Reza penasaran. "dia temanku kak.. udah ah, keluar .!! aku mau tidur. " jawab Indri sambil menarik tangan Reza. karena Reza tidak mau bangun, Indri pun tertarik dan terjatuh di d**a Reza .Indri melotot menatap wajah Reza yang hanya berjarak 5cm dari wajahnya, sedangkan Reza tersenyum manis. Reza bisa merasakan betapa kenyal dan padatnya p******a kecil Indri didadanya. jantung Indri berdetak kencang, ia takut di apa-apakan sama Reza karena ia hanya menggunakan handuk yang hampir melorot. Indri segera berdiri dan merapatkan handuknya lagi. kemudian ia mengambil piyamanya dan masuk kedalam kamar mandi. setelah memakai piyamanya, Indri keluar dari kamar mandi dan melihat Reza masih berbaring diatas ranjangnya. "kenapa masih belum pergi.?" tanya Indri kesal dan mulai cemberut. "aku mau tidur disini, AC di kamar ku mati. " jawab Reza sambil memejamkan matanya. "kamar dirumah ini kan banyak kak.? " tanya Indri " aku sudah PW (Posisi Wenak) ayo tidur..! " ujar Reza sambil menarik selimut. Indri pun terpaksa tidur bareng Reza untuk kesekian kalinya .ia berbaring di samping Reza dan memunggungi nya. *** pagi hari saat Reza membuka matanya, ia melihat ranjang di sampingnya sudah kosong. ia pun keluar kamar dan melihat Indri sedang memasakndi dapur. Wangi banget, bikin perut lapar. batin Reza dan ia pun duduk di meja makan sambil memperhatikan punggung Indri yang sedang memasak. Indri memasak masih menggunakan piyama lengang pendeknya dan celana selutut yang ia pakai tidur semalam lalu dilapisi celemek dibagian depan tubuhnya. rambutnya di ikat sembarangan keatas memamerkan lehernya yang jenjang putih dan mulus, Reza memperhatikan tubuh Indri dari atas hinggan kebawah lumayan, batin Reza sambil mencubit dagunya. saat Indri hendak berbalik menaruh masakannya di meja makan, ia melihat Reza di sana. "kamu bangun jam berapa.? tanya Reza pada Indri. "jam 4 kak. " jawan Indri sambil menaruh ayam kecap di meja makan. "aku mau sarapan sekarang, aku lapar.! " ucap Reza. Indri pun mengambil nasi lalu menaruh diatas meja depan Reza. "hari ini kamu mau kemana.?? tanya Reza pada Indri karena hari ini hari minggu. "enggak kemana-mana, mau bersih-bersih dan nyuci. " jawab Indri sambil menaruh lauk di piring Reza. "enggak usah, nanti pembantu mama mau kesini. ayo ikut aku menjenguk papa. " ujar Reza sambil memasukkan suapan pertama di mulutnya. "oke, aku mandi dulu kak. " balas Indri seraya berdiri hendak kekamarnya tapi di cegah Reza. "temani aku makan, ayo sarapan bersama ." ucap Reza, Indri lun mengambil piring lalu makan bersama Reza.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN