BAB 19

523 Kata
sesampainya dirumah sakit, Indri dan Reza mencium punggung tangan pak Bayu dan bu Sofi bergantian. "Reza enggak jahat kan sama kamu.? " tanya pak Bayu pada Indri. "tidak pakde.. " jawab Indri sambil tersenyum. "kok panggil pakde lagi.? " tanya pak Bayu kurang suka. "iya pa.. " jawab Indri malu-malu karena belum terbiasa. "Rez.., kamu makin gemukan sekarang.?" ucap pak Bayu pada Reza yang melihat pipi Reza agak sedikit cabi. "masa sih pa.. " tanya Reza tidak percaya sambil membelai pipinya. "iya Rez..., sepertinya Indri merawatmu dengan sangat baik. " ucap bu Sofi menambahi sambil tersenyum senang. tidak berapa lama kemudian seorang perawat datang mengantar makanan siang untuk pasien. bu Sofi pun menerimanya lalu menaruh di meja samping pak Bayu. "pakde... eh papa mau makan.? biar Indri suapin ya mumpung masih hangat. " ucap Indri menawari pak Bayu makan. pak Bayu pun mengangguk sambil tersenyum .Indri membuka makanan lalau menyuapi pak Bayu dengan pelan-pelan. Reza dan bu Sofi memperhatikan Indri menyuapi pak Bayu dengan penuh perhatian. "tuh lihat Rez..., Indri sama mertuanya aja perhatian gitu, apa lgi sama suaminya.? kamu aja makin gemukan sekarang. kamu belum apa-apain dia kan.?? " ucap bu Sofi pada Reza sambil berbisik. "apa-apain gimana ma.? " tanya Reza pura-pura tidak mengerti. "sudahlah, ingat Indri masih sekolah. jangan di bikin hamil dulu. " ucap bu Sofi pada Reza "dibikin hamil gimana ma.? orang Reza enggak ngapa-ngapain dia ma,mala kita tidur di kamar yang berbeda. Reza masuk kamarnya aja lansung di usir. " ucap Reza pada mamanya. dan mamanya tertawa terbahak-bahak membuat pak Bayu dan Indri menengok ke arah mereka. "ada apa.?? " tanya Pak Bayu ingin tahu. "nanti aja mama ceritain pa.. " ucap bu sofi sambil menahan tawanya. sore hari, Reza dan Indri pamit pulang pada bu Sofi dan pak Bayu, di tengah perjalanan Indri baru ingat kalau beras dirumah tinggal sedikit. "kak, mampir beli beras ya.. dirumah tinggal sedikit. " ucap Indri tiba-tiba. "mau beli dimana..?" jawab Reza sambil tetap fokus mengemudi. "ditoko dekat perumahan kak Reza saja, selain harganya lebih murah kita juga membantu menambah rezeki mereka untuk menyekolahkan anak mereka. kalau kita Beli di supermarket ,harganya lebih mahal dan lagi pula yang punya juga sudah kaya. " ucap Indri membandingkan, Reza pun berpikir yang dikatakan Indri ada benarnya juga. sesampainya dirumah, pembantu yang membersihkan rumah mereka sudah pulang. Indri segera masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya, perjalanan jauh membuatnya merasa sangat lelah. begitu juga dengan Reza, ia istrahat di dalam kamarnya. tidak berapa lama kemudian ponselnya berdering. Reza mengambil ponselnya dan melihat ID pemanggil "Sayangku".Reza pun segera mengeser tombol hijau pada ponselnya. "hallo. " sapa Reza "sayang... " rengek Rossa "iya ada apa sayang... " tanya Reza "besok aku berangkat ke singapura. " ucap Rossa "iya.... aku tahu.!" balas Reza "kamu enggak apa-apa kan aku tinggal 3 bulan.? " tanya Rossa "enggak apa-apa.., sudah bisa, mau diantar ke bandara.?? " tanya Reza "enggak usah sayang, aku berangkat sama tim crew . udah dulu ya.. aku mau mandi. bye sayaaang. Muach.. " pamit Rossa setelah menaruh ponselnya, kantuk Reza pun menjadi hilang, ia segera masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya dengan mandi akr hangat.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN