BAB 2

666 Kata
di sekolah indri tampak murung, tidak ceria seperti biasanya. melly, vina dan rita sahabat indri merasakan ada yang tidak beres dengan sifat indri. di saat istrahat biasax indri yang duluan mengajak sahabat nya ke kantin tpi kali ini tidak sama sekali . indri tetap di bangkunya nelupat tangannya di atas meja dna menyembunyikan wajahnya dibawah sana. "kamu kenapa ndri.?? tanya melly yang kebetulan sebangku dengan indri Vina dan rita pun yang duduk depan mereka memutar kursinya ke belakang menghadap indri. "aku mau di nikahkan sama anak teman ayahku" jawab indri dan setelah itu air mata yang sedari tadi menggenang di pelupuk matanya pun menetes. "kenapa bisa tiba-tiba mau dinikahkan ndri.? apa kamu ketahuan pacaran? tanya Vina penasaran karna ketiga sahabat nya itu tau kalau indri dilarang pacaran oleh ayahnya. "enggak, aku juga nga tau kenapa ayah tiba-tiba menyuruh aku menikah. bahkan aku belum tau siapa calon suamiku. wajahnya, usianya dan pekerjaan nya pun saya nga tau. aku akan menikah di rumah sakit 2 hari lagi". jelas Intan ke pada 3 sahabat nya itu. Vina lansung memeluk indri begitupun nelly dan rita. "sabar ya ndri, mungkin ayah kamu punya alasan lain" ucap melly menenangkan hati indri. "yup betul, positive thingking aja ndri, kita akan selalu ada untuk kamu " tambah rita memberikan semangat sambil tersenyum . "iya ndri enak kali nikah ada yang nemenin bobok hahaha ". timpal vina yang membuat melly dan rita ikut tertawa juga. indri hanya tersenyum mendengarkan candaan Vina. "yuuk ke kantin, lapar nih' ajakkk melly mereka berempat pun akhirnya menuju ke kantin bersama. sesampainya di kantin, seperti biasa mereka ber4 memesan bakso dan es jeruk makan favorit mereka. sambil menunggu pesanan datang, tiba-tiba Adit menghampiri dan duduk di samping indri. "hai indri. kamu kenapa? kok mata mu sembab.? tanya Adit yang melihat indri tidak seceria biasanya. "enggak apa-apa dit, kamu sudah makan.? tanya indri mengalihkan pembicaraan. "sudah, dari tadi aku nungguin kamu. kamu kenapa? tanya Adit penasaran karna ini pertama kalinya Adit melihat indri seperti ini. "mmm... aku.. aku agak gak enak badan dit" jawab indri berbohong. indri tidak mau mengatakan yang sebenarnya pada Adit. karna indri tahu dari dulu Adit telah menyukainya bahkan telah bebertkali menyatakan cintanya , tapi indri menolaknya karna larangan ayahnya untuk berpacaran. "kenapa kamu masuk sekolah kalau lagi sakit indri ? ayo ke UKS"ajak Adit sambil menarik tangan indri. "enggak usa dit, aku ngak apa-apa kok". tolak indri sambil melepaskan tangannya dari tarikan tangan Adit. "ya udah, aku ke kelas dulu. tapi kalau ada apa-apa kamu hubungin aku ya..! ucap adit sebelum pergi. indri pun mengangguk sambil tersenyum. *** setelah bertemu klien, siang itu Reza menjenguk papanya yang masih ada di rumah sakit. setiap wanita yang berpapasan dengan nya entah itu perawat, dokter atau anggota pasien lansung jatuh Cinta dengan ketampanan dan kegagahan tubuh Reza. Reza kerumah sakit masih menggunakan kemeja navi dan setelan jas hitam beserta dasi yang nelikit di lehernya. setelah sampaindi ruangan paoanya, Reza lansung duduk di samping papanya. "bagaimana keadaan papa?" tanya reza dengan lembut sambil menggenggam tangan papanya dengan kedua tanganya. "semakin lemah, papa rasa sudah tidak kuat lagi rez. oh iya, kamu tau kan sahabat papa yang bernama pak herman."? tanya pak bayu pasa reza "iya,kenapa pah.?" tanya reza pada papanya "papa berniat menikahkan kamu dengan anaknya pak herman rez , papa ingin menjalin hubungan keluarga dengan beliau sebelum papa meninggal " ucap pak bayu pada reza "tidak bisa pa.. papa kah tau reza sudah punya rossa? tolak reza "iya ,papa tahu. tapi papa sudah meminta pada pak herman untuk menikahkan anaknya dengan kamu 2 hari lagi di depan papa rez". jawab pak bayu 'enggak bisa pa, reza enggak mau. lagipula mengurus pernikahan itu butuh waktu, tidak bisa hitungan hari" balas reza "lusa kamu hanya perlu menikah di depan penghulu rez, surat-suratnya bisa kamu urus setelahnya. ayolah reza, kabulkan permohonan papa untuk yang terakhir kalinya" ucap pak bayu memohon "reza akan memikirkannya lagi pa. reza harus kembali keperusaan sekarang. beristirahatlah semoga lekas sembuh pa,", pamit reza sambil mencium punggung tangah papanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN