BAB 3

613 Kata
setelah kepergian reza, pak bayu segera menelpon pak herman untuk menanyakan bagaimana kelanjutan untuk pernikahan anak mereka. "bagaimna her. ? apa anakmu setuju dengan rencana kita.?? tanya pak bayu "tentu saja bay, semuanya beres.. tinggal panggil pak penghulu saja. lusa saya akan membawa anak saya kerumah sakit" jawab pak herman dengan percaya diri "terimakasih her, saya sangat bahagia mendengar nya " balas pak bayu dengan perasaan lega " sama-sama bay, saya juga bahagia bisa menjadi bagian dari keluarga kamu. jangan banyak pikiran dan istirahatlah semoga segera sembuh. jawab pak herman setelah menyelesaikan percakapan dan mengakhiri sambungan teleponnya, pak herman segera menelpon ke sekolah indri ,ia ingin meminta izin indri tidak masuk sekolah mulai besok selama 3 hari karna ada urusan keluarga. pihak sekolah pun mengizinkan nya tanpa menanyakan lebih detail. *** di perusahaan, reza tidak bisa berkonsentrasi .ia memikirkan permintaan papanya terus menerus .di sisi lain ia juga memikirkan pesaan rossa kekasih nya. "apa yang harus aku lakukan?? aku bahkan tidak tau anak pak herman seperti apa dan berapa usianya. gumam reza di dalam ruangannya tidak berapa lama kemudian, rossa masuk kedalam ruangan reza tanpa mengetuk pintu seperti biasanya karna reza membebaskan nya keluar masuk kantornya. rossa melihat keanehan di wajah reza "ada apa sayang.? tanya rossa sambil berdiri di belakang reza yang duduk dikursi lalu memeluk leher reza dari belakang. "sakit papaku semakin parah" jawab reza tanpa memandang kearah rossa "mmm.. maaf, aku belum bisa menjenguknya , akhir-akhir ini aku sangat sibuk' jawab rossa sok prihatin . bukankah itu semakin bagus kalau ia cepat mati. maka tidak akan ada lagi yang menghalangiku menikah dengan reza. batin rossa. rossa pun tersenyum licik, memang selama ini pak bayu belum menyetujui hubungan reza dengan rossa. pak bayu merasa rossa bukan wanita yang cocok untuk reza "tidak apa-apa sayang, ada apa kamu kesini"? tanya reza sambil menarik tangan rossa hingga kini rossa duduk dipangkuan nya. "tentu saja merindukanmu, sudah 3 hari kita tidak bertemu ,apakah kamu tidak merindukan ku"? tanya rossa dengan manja "tentu saja sayang, sudah sore ayo kita pulang . ajak reza sambil menurungkan rossa dari pangkuannya lalu menggandeng tangannya keluar rungan kantornya. *** keesokan harinya, indri di ajak orang tuanya memilih kebaya untuk persiapan pernikahannya besok, indri hanya bisa pasrah. bapaknya orang yang berwatak kerasdan semua printahnya tidak bisa di bantah. kalaupun di bantah, ia akan mengatai indri anak durhaka, tidak berbakti pada orang tua dan akan mengusirnya dari rumah. indri masih belum siap hidup mandiri di usianya yang masih meranjak dewasa. setelah pulang kerumah. indri memandangi kebaya putih yang tergantung disusut kamarnya. ia tersenyum getir lalu menangis dan memajamkan matanya. "sebentar lagi aku akan menikah, aku tidak tau apakah hidupku akan bahagia atau lebih buruk dari sekarang. aku tidak pernah membayangkan hidupku berakhir seperti ini. dulu aku selalu membayangkan ketika aku dewasa aku akan menikah dengan lelaki yang aku cintai dan juga mencintaiku, tapi sekarang semuanya hanya angan-angan semata. Adit, maafkan aku. penantianku selama ini sia-sia". gumam indri dan tidak lama kemudian indri pun tertidur. *** keesokan harinya, bu aminah mengetuk pintu kamar indri tapi tidak ada sahutan dari indri, bu aminah pun langsung membuka pintu kamar indri yang memang tidak terkunci. ia sedang mendapati indri yang menangis di meja belajarnya. bu aminah pun mendekati "sabar nak, ucap bu aminah sambil mengelus rambut indri penuh cinta," indri pun memandangi ibunya lalu memeluknya. "bu, indri enggak mau menikah bu.. tolong indri bu, " mohon indri sambil menangis tersedu-sedu. "ibu tidak bisa berbuat apa-apa nak, kamu tahu pak bayu kan.? ia. orang yang baik. anaknya juga pasti baik seperti papanya. ayo cepat mandi dan pakai kebayamu" ucap bu aminah lalu keluar dari kamar indri. indri pun bergegas mandi lalu memakai kebayanya sebelum ayahnya marah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN