“Aku ngerasa pernah ngalamin ini.” Bevi bergerak mundur. Bayangan saat dia melihat Birzy menangis sambil memegang foto seketika menyeruak. Saat itu Birzy terlihat begitu sedih, hancur dan terluka. Duk.... Bevi hampir terjatuh saat mengingat isak tangis Birzy. Dia berdiri sambil berpegangan di ujung tembok. Dadanya tiba-tiba sesak dan matanya berkaca-kaca. “Nggak mungkin.” Bevi menggeleng pelan. Dia enggan percaya jika saat itu Birzy tengah memandang foto Niken. Seberapa penting Niken bagi Birzy? “Aduh!” Bevi memegangi sisi kepala. Dia berusaha berdiri tegak, tapi kakinya terasa lemas. Dia berjalan pelan sambil menyentuh tembok. Pikiran buruk kembali berkeliaran di pikirannya. Tring.... Bevi melangkah masuk. Saat melihat sepasang kaki jenjang, dia langsung mendongak. Bevi terdiam, meli

