Birzy mengangkat wajah. “Apa gue salah?” Dia menatap Brizan dengan dingin. Brizan kembali mendapat tatapan dingin adiknya. Dia kembali duduk dengan gerakan pelan. Suasana sekitar mendadak dingin dan canggung. Brizan menatap mamanya yang tidak banyak beraksi. Lalu dia menatap Birzy yang menunggu jawabannya. “Ya itu keputusan lo. Lo berhak nentuin jalan hidup lo sendiri.” “Oke!” Birzy seketika berdiri. “Gue tidur di kamar lo.” Setelah mengucapkan itu dia masuk ke kamar kakaknya. Di ruang tengah, Brizan dan mamanya duduk tanpa mengeluarkan suara. Brizan masih belum percaya hal ini akan terjadi. Apalagi ada seseorang yang mirip dengan Niken. “Ma....” Brizan memajukan tubuh sambil menatap mamanya. “Bener semirip itu?” Anne menggeleng. “Sekilas.” “Tapi tetep aja mirip.” Brizan menegak minum

