18- RUMAH KUNO

1777 Kata

“Jangan cari kesempatan!” Bevi menoleh kaget. Satu alisnya tertarik ke atas melihat Birzy yang tampak marah itu. Dia buru-buru membuang muka. Satu tangannya menyentuh d**a, menormalkan napasnya yang memburu. Sedangkan Risyad memilih bungkam dan menuruti perkataan bosnya. Beberapa menit kemudian mobil berhenti di sebuah rumah berpagar merah bata. Risyad melepas sabuk pengaman lalu menoleh ke belakang. Dia melihat bosnya itu langsung turun. “Gue balik dulu,” pamitnya ke Bevi lantas turun dari mobil. Dia tersenyum ke Birzy yang berada di hadapannya, lalu bergeser ke samping. “Makasih tumpangannya, Pak.” “Hm....” Birzy bergerak masuk lalu melajukan mobilnya begitu saja. Risyad menatap kepergian Birzy dan Bevi dengan penuh tanya. Selama ini dia tidak pernah melihat bosnya memberi tumpangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN