Satu dua tiga empat lima enam tujuh delapan. Irama lagu diiringi gerakan kompak dari Pak Setyo yang kini memimpin senam pagi. Senam pagi memang dibutuhkan di perkemahan ini untuk menetralkan suhu yang kelewat dingin. Gerakan senam yang membuat tubuh berkeringat dan melenyapkan rasa dingin. Mata mereka yang mengantuk pun memaksa tubuhnya bergerak karena tak ingin kedinginan. Tak ada paksaan untuk mengikuti kegiatan senam, tapi rupanya lapangan cukup penuh. Sebagian dari mereka memiliki inisiatif yang tinggi. Tak hanya itu, mereka "Gimana tidur kalian? nyenyak." Sapa Kirana saat mengecek tenda murid-muridnya. Meskipun sapaannya untuk banyak orang namun mata Kirana hanya tertuju pada Putra yang tengah mengenakan sepatunya. Ia sedikit khawatir. "Nyenyak, ibu jadi perhatian

