13 :: Pengantar Tidur

1145 Kata

Api unggun menyala tinggi, setara dengan gunungan kayu yang ditumpuk rapi. Api baru berhasil dinyalakan, sensasi panas terasa menyentuh kulit. Rasa dingin yang membuat tubuh menggigil hilang begitu cepat. Nyala api cukup membara bertambah dengan hati yang panas karena kecemburuan yang kini tengah Putra rasakan. Beberapa waktu lalu, ia memang mengatakan pada Kirana untuk mengabaikan ucapan atas perasaannya namun siapa yang menyangka, jika Kirana dengan santai menyebut nama kekasihnya di depan Putra. Hatinya tak baik-baik saja namun senyum tetap menjadi perisai dirinya. “Golongan darah? Aku ga begitu paham sih kalau itu. Tapi harusnya sih ga terlalu cocok karena golongan darah B memiliki jiwa bebas dan santai. Sedangkan golongan darah A tergolong lebih rapi tertata, perfeksionis. Tapi semu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN