Putra menatap datar Karla yang ada di depannya, ia tak bereaksi atas sapaan menggelikan yang menghebohkan teman-temannya. Honey, bunny, sweety? Bukankah itu terlalu berlebihan? Mendengarnya saja sudah membuat bergidik. Teman kelas Putra sebenarnya tak heran dengan sikap Karla yang berlebihan dan heboh sendiri, sejak dulu memang seperti itu imagenya. Hanya saja mereka senang meledek Putra dan berharap bisa melihat ekspresi malu-malu tapi sayangnya Putra terlalu tenang saat ini. “Itu apa yang ditangan? Coklat buat aku ya? Makasih sayang. Aku balik ke kelas kalau gitu.” Putra menyerahkan coklatnya tanpa ragu. Dari awal ia juga tak berniat untuk menerima. “Istirahat nanti jangan bikin keributan di sini. Tunggu di kelas, aku yang kesana,” tambah Putra dengan nada pelan. Mata karla berkilauan m

