Pukul tujuh malam, Kiran sudah kembali ke kamarnya. Elang pulang setengah jam yang lalu setelah menerima panggilan dan ia seorang diri membereskan ruangan. Kekasihnya tampak tergesa-gesa membuat ia tak tega untuk menahannya lebih lama. “Terlalu dini buat tidur, tapi mas Elang juga ga bakal nelpon, hoaam.” Kiran menguap lebar. Rasa kantuk mendera namun jika ia tidur cepat, rasanya terlalu sayang jika ia terbangun dan kembali pada rutinitas kerja. “Aku ga boleh tidur dulu,” ucap Kiran penuh tekad. Ia merasa hidup terlalu singkat jika ia lebih banyak tidur daripada membuka mata. Kiran membuka laptopnya. Ada series film yang belum ia tuntaskan, ia tak terlalu tertarik namun baginya itu lebih baik daripada tidur. Belum sempurna laptop menyala, sebuah panggilan masuk. Meita, wanita

