"Aku pulang," ucap Putra kembali ke kediamannya. Sepi. Tak ada satu orang pun yang menyahut. Ini juga yang menjadi alasan kenapa Putra tak terlalu betah di rumah. Ia selalu sendirian. Adiknya juga tak ada di rumah karena harus mengikuti bimbingan belajar. Hari ini, ia tak mengantar wanitanya pulang. Ada wanita lain yang memaksa untuk diantar pulang. Karla bahkan dengan siaga membawa helm, padahal sebelumnya wanita itu selalu diantar jemput oleh supirnya. Putra menatap langit-langit kamarnya dengan pandangan sendu. Pikirannya lelah melebihi tubuhnya. Teman-teman kelasnya bahkan terus merecokinya menanyakan kebenaran hubungan dia dengan Karla. Entah apa yang membuat pria menjadi penggosip. "Ah! amplop!" Putra kembali bangun dan mengubek tas sekolahnya. Di resleting terdepan ia berhasil m

