18

1806 Kata

"Hallo Rik."   "Lagi dimana Lo?" "Di rumah. Kenapa?" "Nggak ada Siska sebelah Lo kan?" "Nggak. Siska di dapur." "Syukurlah. Anak buah gue berhasil lacak beberapa informasi tentang Joni. Dan juga mantan mertua Lo." untuk kalimat terakhirnya, Erik mengucapkannya dengan nada sedikit sinis. "udahlah. Gue nggak mau cari ribut sama Lo. Ngomong nadanya biasa aja Bro." jengah Ian. Ia tahu kalau saat ini Erik tengah meledeknya. "Tapi heran gue. Kenapa mantan mertua Lo gitu banget ya. Naksir kali dia sama Lo." "Setan Gila. Ogah gue. Jangan gila Lo." "Hahahahahh. Siapa tahu aja. Kan gue nebak doang." "Tapi tebakan Lo ngaur banget. Lo kira gue pecinta mak mak." "Bisa jadi." "Ck! Berisik Lo. Gimana lanjutannya?" "Heheheh. Santai Men. Jangan marah-marah---" "----gini, Gue kemaren nemuin L

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN