Kereta berpacu semakin cepat meninggalkan kota utama. Derit roda yang bergesekan dengan rel, terdengar nyaring, memecah kesunyian malam. Perjalanan terasa sangat panjang, karena kereta itu harus melewati beberapa kawasan hutan, persawahan, pedesaan dan kota-kota kecil, sebelum mereka akan tiba di kota terbesar kedua negeri ini. Sambil memangku wajah dengan telapak tangannya, Sukma terus mengedarkan pandangan keluar, melalui jendela di sebelahnya. Sudah hampir lima jam dia bersama Gyan melaju di atas kereta dan perjalanan masih harus mereka tempuh kurang lebih lima sampai enam jam lagi. "Entah sudah berada di mana aku saat ini?" Pikiran Sukma masih terus menerawang. Dia sadar bahwa kini dia sudah cukup jauh meninggalkan desa kelahirannya. "Semoga keputusanku sudah tepat. Aku tidak akan k

