“Apa sih, masalah sambel gini aja, bikin ribet,” sela Rangga seraya mengambil segelas air putih dan menenggaknya sampai habis. Rangga meninggalkan meja makan seraya memasang sebatang rokok di bibirnya yang sensual. Namun demikian ia segera melepasnya begitu melihat Arka yang berlarian ke arahnya terlepas dari penjagaan Mbok Darmi. “Papaaaa... Ayo, main boa!” pekik Arka seraya membawa bola basket di tangannya dengan tergopoh-gopoh. Tanpa pikir panjang Rangga melemparkan rokok yang ia pegang ke dalam keranjang bulat yang berisi perkakas kecil di atas lemari pajangan begitu saja dan segera menangkap bola yang Arka lemparkan walau mereka sudah saling berhadapan. “Eh, ini udah malem loh, kok malah main bola? Arka abis makan malem loh, nanti sakit perut gimana?” ucap Rangga meraih tubuh keci

