Tujuh Belas

1963 Kata

"Aku keluar dulu" Arsen mencium sekilas puncak kepalaku yang sedang merapikan baju-baju kami. Aku tak menyangka kami sudah tiga hari disini. Tidak ada lelahnya, setiap hari hingga malam kami terus menelusuri Kota Praha yang luar biasa indah. Aku benar-benar kagum dengan corak kota ini. Aku pasti akan merindukannya. Besok adalah hari terakhir kami disini, malamnya kami akan naik bus menuju Berlin di terminal kemarin. Tidak ada lagi percakapan berarti antara aku dan Arsen setelah di taman waktu itu. Dia kembali berhati-hati berbicara di depanku. Kami tak membahas apapun mengenai hubungan kami. Sepertinya, Arsen sedikit mengerti akan keadaanku. Aku mengusap puncak kepala yang tadi di cium Arsen. Kepalaku yang dicium, hatiku yang terasa hangat. Aku benar-benar bodoh tiga hari ini. Aku merasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN