Arsen menepati janjinya untuk tidak berada di apartemenku hingga pagi ini. Dia benar-benar pergi. Untuk sementara. Sedikit asing ketika tidak mendapatinya di apartemen ini ketika aku membuka mata. Rasa cemas langsung kurasakan. Namun saat melihat kopernya masih ada di dekat lemariku. Aku merasakan lega. Dia akan kembali. Aku benar-benar bingung dengan apa yang seharusnya kurasakan. Aku lega dia tidak disampingku tapi sekaligus cemas. Aku ingin dia selalu berada di dalam jangkauan mataku. Aku... Tidak. Aku tidak ingin dia. Besok adalah hari penerbangan Arsen. Aku menutuskan untuk tidak mengantarnya. Aku tidak akan menebak reaksiku jika melihat dia pergi dan kemungkinan tidak akan kembali lagi. Aku tidak bisa. Rasa sakit yang kurasakan kemarin berkurang drastis. Aku ingin perasaanku te

