Pov Bellvania Aku menatap kesal kearah Barra. Harusnya bangun malah lebih memilih kembali tertidur padahal sudah kubangunkan beberapa menit yang lalu, sebelum berjalan ke dapur untuk memasak tadi Barra menyahut akan bangun segera, tapi lihatlah sekarang. Kutarik selimut yang membungkus tubuhnya dan menepuk-nepuk pipinya beberapa kali, Barra ini sangat sulit untuk dibangunkan dan ini ku ketahui sejak berhari-hari yang lalu. Aku melihat jam sudah hampir jam 4 subuh, aku mencubit lengannya yang ia balas dengan gumaman tidak jelas. "Ba! Astaga!." Barra bangun tiba-tiba, duduk dengan mata terpejam aku berusaha menahan tawaku melihat wajah kantuknya itu. Salahnya sendiri, sehabis tarawih semalam bukannya langsung tidur malah memilih melukis diruang sebelah dan tidur pukul 1 malam, padaha

