"Semuanya sudah dibawa kan?" "Semuanya? Kita kan cuman bawa paper bag ini aja itupun isinya baju kokoh kamu sama mukena aku, Ba." "Lupa, yaudah yuk berangkat. Takutnya dijalan kena macet. Daritadi Dhabit teror aku terus katanya kapan sampelah, udah dimanalah, jadi datanglah. Puyeng," Barra meraih paper bag yang ada ditangan Bellvania, "biar aku yang bawa, kamu duluan masuk mobil biar aku yang kunci rumah." Bellvania menurut, berjalan keluar menuju mobil. Sesampainya didalam mobil ia membuka cadarnya menyimpannya di dashboard mobil untuk sementara, Bellvania menatap keluar diluar sana Barra sedang menelepon seseorang, pasti Dhabit lagi. Puasa hari keempat ia dan Barra memustuskan untuk buka puasa bersama di rumah Zahra dan Frans, katanya rindu akan keluarga. Pintu mobil terbuka menampi

