"Bagaimana perjalanannya,Oma? Lancar?" "Lancar." Bellvania membawa koper omanya langsung kedalam kamar, keduanya duduk di pinggir ranjang. "Sini sini, oma peluk dulu." Bellvania mendekat, menyambut pelukan Miranda. "Kangen Oma," gumamnya didalam pelukan Miranda "Padahal Oma rasanya baru liat kamu belajar jalan kemarin, ehh sekarang. Bentar lagi mau dilamar," Bellvania tertawa, semakin mengeratkan pelukannya pada Miranda. "Oma mau ketemu dulu sama calonmu, kata abimu dia kalau bicara tegas banget bikin abi kamu iri." Ia mengurai pelukannya menatap Miranda dengan pandangan-Benarkah? "Yang jemput oma kan abi kamu, dia bilang gini. Calonnya Bellvania beda banget sama aku dulu, dia benar-benar serius. Setidaknya anakku tidak merasakan apa yang aku dan Zahra rasakan dulu." Bellvani

