"Kami harus membawa Ibu Sasti untuk melakukan pemeriksaan atas tuduhan penganiayaan hingga membuat Ibu Sinta keguguran," jelas polisi. Semua orang terkesiap mendengar ucapan anggota polisi itu. Termasuk Hans yang kemudian ikut bangkit. Pria itu kemudian mendekati anggota polisi dan hendak bertanya mengenai kasus itu. Namun, Prima yang kemudian muncul di ambang pintu bersedekap. Ia menatap sang papa dan Prasta dengan nyalang. Termasuk Sasti yang terus menunduk ketakutan. "Jangan ada yang menghalangi pihak berwajib menjalankan tugasnya. Wanita ini sudah menyebabkan aku sama Sinta kehilangan calon anak kami. Bagaimana kalau itu terjadi pada kalan? Kalian pasti juga marah, kan?" ucap Prima tegas. "Prima, kamu belum tahu cerita sebenarnya. Kamu hanya dengar dari istrimu. Di sana ada ada b

