Bab 62. Harus Terpisah Lagi

1040 Kata

Sinta berkali-kali mengganti Chanel televisinya. Ia bosan karena hanya seorang diri di kamar ini. Prima belum kembali karena ia juga harus mengambil baju dan membeli makan. Jadi, ia sangat bosan. Sinta lantas mematikan televisi. Ia mengambil ponsel di nakas dan melihat-lihat. Tiba-tiba ia ingat Jo. Apakah pria itu tau ia sedang berada di rumah sakit? Sinta lantas mencoba menelepon pria itu. Telepon tersambung dan tak lama kemudian suara bariton menyapa gendang telinga Sinta. "Halo, Sin. Ada apa? Kamu enggak apa-apa, kan?" tanya Jo. Sinta tersenyum kecil. Perhatian pria itu tak kendur sama sekali walau ia tidak pernah menghubunginya jika tidak perlu. Seperti saat ini. Ia begitu bosan, jadi mencoba mencari hiburan dari pria itu. "Aku enggak apa-apa," kata Sinta. "Suara kamu ... ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN