Obat Merah

1526 Kata

 "Iya juga sih ma. Mau coba cek ke sebelah?" Tanyaku. "Em.. jangan deh. Kalau ternya bukan, nanti kita malah dianggap sok ikut campur." Jawab mama, mengingat bagaimana sifat tetangga baru kami. "Hem.. kalau begitu jangan deh.." Aku mengangguk setuju. Setelah selesai sarapan, aku dan kak Hilman pun berangkat ke sekolah. Kami berjalan melewati rumah Jacob. Tanpa sadar dan tanpa direncanakan sebelumnya, kami bersamaan memperhatikan rumah baru tersebut. "Perasaan kok, rumah ini tidak kunjung beres yah.. Masih saja berantakan." Gumam kak Hilman sambil celingak-celinguk. Aku mengangguk setuju dengan wajah heran. Tidak ada suara dari dalam rumah Jacob. Pintunya masih menutup rapat dengan sendal berserakan di depannya. Mobil sedan mereka masih terparkir di teras. Jelas warga rumah itu masih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN