"Seharusnya aku tidak sok tau. Kau benar, aku tidak tau apa-apa." Jacob hanya menatapku dingin. "Kenapa?" Tanyanya. Meski begitu, dari raut wajahnya, sepertinya dia mengerti apa yang aku maksud. "Walimu.. atau siapa lah mereka. Mereka tidak akan datang untuk menjemputmu." Jelasku. Jacob mengangguk sekali. "Mereka bertanya apakah aku mati atau tidak, kan." Wajahnya tidak memberikan ekspresi apa pun. Aku terpelongo atas pertanyaannya, lalu mengangguk. "Sudah biasa." Dua kalimatnya membuat aku semakin mengerutkan dahi. Sudah biasa? Serius? "Ka.. kalau boleh tau. Sebenarnya, mereka itu siapa sih? Kenapa mereka seperti itu padamu?" Tanyaku lirih. "Sudaranya orang tua." Jawabnya singkat. "Ter.." "Sudah. Tidak perlu banyak tanya. Dan jangan mengasihaniku." Jacob memotong cepat pertan

