bc

ALKANINA

book_age4+
1
IKUTI
1K
BACA
goodgirl
student
sweet
highschool
friendship
school
like
intro-logo
Uraian

Banyak orang bilang siklus perasaan seorang lelaki ialah dari 100 persen menuju 0 persen, sedangkan siklus perasaan wanita dari 0 persen menuju 100 persen.

Elnina Xaquila Zafier - gadis cerewet dengan tubuh mungil, berparas cantik dengan kulit putih bersihnya. Satu kekurangan Elnina, ada pada hidungnya. Kata Nina sih ya "gakpapa pesek, gadis pesek itu bikin kangen".

Alkana Salvino Maxime - Laki-laki rupawan berwajah kaku tapi ramah. Iya ramah, pada sesamanya. "Lawan jenis gak boleh diramahin, nanti baper, kan ribet" motto hidup seorang Alkana.

chap-preview
Pratinjau gratis
ALKANINA - 1
Matahari menyusup melalui celah jendela kamar seorang gadis yang masih asik berkelana di alam mimpi. Bahkan jam weker yang berbunyi nyaring tidak membuat mimpi indahnya terganggu meski jarum jam telah menunjukkan pukul 06.10. Di luar kamar terdengar sayup-sayup suara seorang wanita yang memanggil nama gadis tersebut, berusaha membangunkan si gaids dari mimpi indahnya. Tidak lama kemudian, perlahan sang gadis membuka matanya sembari menatap langi-langit kamar, hingga suara wanita yang tadi memanggilnya kembali terdengar. "Nina, bangun sayang. Nanti kamu terlambat loh sekarang udah pukul 06.30" Elnina Xaquila Zafier -Nina- gadis cerewet dengan tubuh mungil dilengkapi paras cantik. Dia bukanlah primadona yang diidolakan banyak siwa, hanya seorang gadis biasa yang dikenal karena keramahannya. Sontak saja Nina -gadis yang tadinya masih melamun sembari menatap langit-langit kamar- membolakan matanya mendengar ucapan sang bunda. Bergegas melihat jam wekernya sembari bangkit dan berlari menuju kamar mandi. Ketika tepat di pintu kamar mandi, Nina menghentikan langkahnya, sepertinya dia menyadari sesuatu sembari kembali melirik jam wekernya yang ternyata masih menunjukkan pukul 06.15. "ih bunda kebiasaan deh, suka maju-majuin jam" gerutunya lalu melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. Beberapa menit berlalu, terlihat Nina dengan seragam abu-abu nya menuruni tangga menuju ruang makan. Dilihat ayahnya -Zafier Darmawan- serta abangnya -Elnino Xabilo Zafier- sudah menempati kursi masing-masing. "Woy dek buruan. gue tinggal lo ya" ucap sang abang -Nino- "apasih bang, manis dikit kek kalo nyambut adiknya itu ck" gerutu Nina "udah-udah, di meja makan kok malah ribut. Gak baik loh" sela sang bunda -Yuna Darmawan- "Iya bunda, maaf" ujar keduanya sembari memulai sarapan. Sang ayah hanya tersenyum melihat interaksi keluarga kecilnya. Setelah sarapan pagi yang diawali dengan perdebatan singkat itu berakhir, abang dan adik pamit menuju sekolah. "Yah, Bun, Abang sama Adek pamit ya biar gak telat" pamit mereka sembari mencium tangan ayah dan bunda "Hati-hati sayang, belajar yang bener ya" nasehat sang bunda. Perjalan menuju Zurine High School -tempat Nina mengenyam pendidikan selama hampir 2 tahun, ya Nina sekarang berada di kelas XI, sedangkan Nino berada di kelas XII- memakan waktu selama 20 menit jika jalanan sedang bersahabat. Kini mereka telah sampai di parkiran Zurine High School. "Bang, gue ke kelas duluan ya. Buabayy abang Nino yang ganteng. Muach" kata Nina sembari tangannya memberikan kiss bye pada Nino. Nino hanya menggelengkan kepalanya, sudah tidak heran lagi melihat tingkah genit adiknya itu. Berjalan dengan langkah riang menuju kelasnya -XI IPA 1- sembari melihat-lihat keadaan sekitar. "Ninaaaaaaa" suara cempreng seorang gadis memasuki gendang telinga Nina. Nina terus saja melanjutkan langkah, karna toh dia tahu siapa pelaku yang bisa membuat gendang telinga orang pecah karena suaranya. Hanya satu orang yang mempunyai kebiasaan seperti itu, ialah Amanda Elesya Belatrix. Amanda Elesya Belatrix, gadis yang cerewetnya melebihi Nina ditambah dengan suara cempreng nan cetar membahananya membuat siapapun harus menyediakan ear plug. "iss, kok loh gak denger sih, gue udah teriak juga" kata Amanda menghentikan langkahku. "aduhh mandaku sayang, kurang-kurangin deh tingkat kecemprengan suara lo itu. Bikin telinga gue sakit tau gak" kata Nina "Denger tu" sambung Krystal -Krystal Liana Putri- Krystal Liana Putri, gadis yang tidak suka berbasa-basi. Tapi dia bukan gadis yang dingin kok. Hanya sedikit lebih pendiam dari Nina dan Amanda. Ingat, hanya sedikit. "ayo jalan lagi, keburu bel masuk ini" kata krystal "kuyyy" Mereka bertiga berjalan bersisian melanjutkan perjalanan menuju kelas sambil bergantengan tangan. Kayak nenek nenek mau nyebrang aja ya wkwkk. Tapi itu sudah menjadi kebiasaan mereka jika berjalan bersama. Kalo kata Nina biar so sweet. *** Jika Nina adalah murid yang anti terlamat, ya walaupun bukan juga anak teladan. Lain halnya dengan seorang lelaki remaja yang saat ini masih bergelung dengan nyamannya di dalam sebuah kamar yang di d******i warna hitam, seperti aura sang pemilik. Gelap. Berkali-kali ketukan terdengar di luar kamar, tak juga membuat Alkana -nama laki-laki remaja tersebut, tepatnya Alkana Salvino Maxime- terbangun dari tidur nyenyaknya. Hingga akhirnya ketukan dari luar tak lagi terdengar. Sang pengetuk menyerah, jika dilanjutkan mengetuk hanya akan membuat tangannya bengkak sedangkan sang pemilik kamar takkan juga terbangun, percuma. Alkana Salvino Maxime, kerap dipanggil Alka. Lelaki berparas tampan dengan tubuh atletis nan tinggi kebanggan Zurine High School. Siapa yang tidak mengenal seorang Alkana. Bahkan pertapa dari goa hantu pun mengenal sosok Alkana. "elaah, baru jam 07.00. Masih pagi banget, tidur lagi aja lah" kata Alaka ketika melirik jam di nakas samping tempat tidurnya. Tapi niatnya gagal, ketika lagi-lagi terdengar ketukan dari luar kamar disertai teriakan yang memekakkan telinga. "Alkaaa, bangun gak kamu. Mommy gadai ya si jepri -mobil kesayangannya-, tahu rasa kamu!" selalu saja itu yang menjadi ancaman sang Mommy -Nayra Prarita Maxime- ketika sang putra tak kunjung bangun. "Mommy kebiasaan deh, tahu banget si jepri kelemahan gue" Alka bangkit dari tidurnya dengan tidak rela. "Alkaaa, kamu denger mommy gak!!" "Iya Mommy, Alka denger gak perlu teriak-teriak" "Kamu juga teriak Alka!!" Wanita dengan segala kebenarannya batin Alka. Lalu, beranjak menuju kamar mandi. Tidak perlu waktu lama, Alka sudah siap dengan seragam abu-abunya sembari berjalan menuju ruang makan. "Kamu itu ya Alka, gak berubah-ubah. Mau sampe kapan bangun kesiangan mulu. Gak malu sama ayam tetangga". Makin tua, tingkat kecewetan Mommy-nya makin bertambah. Apalagi kalau Daddy-nya sedang dinas luar kota seperti sekarang ini. "Mommy kalo kangen Daddy, jangan dilampiasin ke Alka dong" "ck Daddy kamu itu kayak abang toyip" nah kan benar kata Alka. "udahlah Mom, Alka mau berangkat, takut telat" "Gayaan kamu, udah telat juga" "Ya kan biar gak makin telat Mommy ku sayang. Assalamualaikum" "Hati-hati. Walaikumsalam" *** Seperti yang sudah di duga Mommy Nayra. Gerbang Zurine High School sudah tertutup rapat. Jangan panik, Alka punya jalan khusus untuk masuk ke Zurine tanpa harus menyuap si satpam sekolah yang matre. Sebelum wujud Alka terlihat dengan satpam sekolah, bergegas Alka menuju jalan kecil disamping sekolah yang berbatasan langsung dengan tembok sekolah. Tepat diujung jalan, terlihat sebuah pintu kecil yang langsung mengarah ke halaman belakang sekolah. Sehingga tidak akan terlihat oleh guru. Sembari melihat keadaan sekitar, Alka mengendap-ngendap seperti pencuri. Lalu ia merogoh ponsel canggihnya. Abyan dmn? Alka gerbang belakang Abyan wrbd, br. Alka Y read Sepertinya Alka harus membelikan Abyan ponsel baru, melihat balasan sahabatnya itu tidak mengandung huruf vokal satu pun. Ketika sampai di warbud -warung bude- Alka bisa melihat teman-temannya disana. "woy, lo tau gak. Semalem gue jadian sama si Siti" pamer Gilang. Gilang Prada Kusuma -akrab disapa Gilang- playboy cap ikan teri. kenapa ikan teri? ya karena badannya kurus kayak ikan teri. Kalo kata Alka tampang dibawah rata-rata aja, sok-sokan jadi playboy. "heh, ikan teri kemaren lo bilang jadian sama si Tina" sahut Bian "ya itu kan kemaren cuy, hari ini beda lagi" "Lang lang tobat lang, bapak lo liat" kata Nino Febian Putra Mahendra -Bian- mood breaker dalam persahabatan mereka. Hobby-nya berdebat dengan Gilang, udah kayak tom and jerry. Elnino Xabilo Zafier -Nino- abang dari Nina, sifatnya mirip-mirip bian, sedikit lebih waras aja. Aidan Farelio Lesmana -Aidan- cowok murah senyum, tutur kata sopan, penyayang, duhh mantu idaman pokoknya. Abyan Abimana -Aby- kaku. satu kata sudah cukup menggambarkan semua sifatnya. Bahkan Alka saja tidak sekaku Aby. Alka hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan teman-temanya. Sudah biasa, entah bagaimana bisa mereka menjadi sahabat dengan sifat yang berbeda. Mungkin itulah kenapa orang bilang perbedaan itu menyatukan.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.9K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.6K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
61.8K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook