BAB 27 - Harapan Yang Terpendam

1726 Kata

Matahari belum terlalu tinggi beranjak dari peraduannya. Meski cerah, pancaran sinarnya belum bisa mengantarkan sengatan panas pada tubuhnya, sehingga hanya sedikit hawa hangat saja yang menemani sejuknya udara pagi yang kini iarasakan rasakan saat berjalan  keluar dari pondok. Seperti waktu-waktu sebelumnya, Ia bermaksud untuk olah raga pagi dengan menelusuri lintasan setapak yang simpang siur membelah halaman serta taman belakang rumah besar.    Gadis itu mengedarkan pandangan ke sekeliling. Para bodyguard sudah siap siaga berjaga di setiap sudut area.    ‘Memangnya mereka tidak tidur?’ tanya Julia dalam hati ...    ‘Oh barangkali bergantian. Papa tak mungkin kekurangan orang untuk berjaga di istananya. Nah, jelas sudah semakin jelas sekarang bagaimana kondisi keamanan tempat ini’   

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN