“Kau datang lebih awal rupanya.” Julia menoleh dan mendapati Amara serta Jhonas sudah tiba di arena menembak. Mereka berdua mengenakan pakaian ringkas, sporty. Dan tak ketingalan, keduanya juga mengenakan rompi yang menutup tubuh bagian atas. “Selamat Pagi, Mama ... Papa. Oh ... ya, aku selalu datang lebih awal untuk setiap pelatihan.” “Good Girl,” puji Amara dengan senyum misterius yang menyimpan rahasia. Mike, sang instruktur menghampiri mereka bertiga dan dengan hormat. Lalu ia mempersilakan semua yang hadir untuk melakukan persiapan. “Jujur saja, saya kagum dengan Nona Julia yang begitu berbakat dengan latihan ini. Dia cepat sekali belajar,” puji Mike salah satu instruktur yang melatih Julia dan merupakan orang yang bertanggungjawab pada pelatihan menembak ini.

