47

1396 Kata

Thalia kembali sekolah seperti biasanya setelah keluar dari rumah sakit, meskipun mamanya sudah melarang, ia tetap memaksa untuk masuk dan ikut ujian kelulusan nanti. Ia merasa masa depannya akan semakin abu-abu kalau berhenti sekolah. Apa lagi berhenti di saat waktu ujian sudah hampir dekat. Akhirnya mama mengizinkan, dengan syarat ia harus mau dan rutin menjalani terapi psikologis. Thalia tahu, di sekolah nanti ia akan jadi pusat perhatian, jadi ia memakai pakaian serba tertutup seperti dulu, berharap dengan begitu, tidak akan ada yang mengajaknya bicara atau mencoba berkenalan dengannya. Teman-temannya yang saat ini saja sudah cukup baginya. Ia masih merasa takut untuk berteman dengan lebih banyak orang lagi. Belum tentu mereka akan sebaik teman-temannya sekarang, belum tentu juga me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN