Jeno menggerakkan jari kelingkingnya, lalu menggenggam tangannya sembari menghela.napas. 'Cuman digituin doang, jangan baper, jangan baper,' batin Jeno. Matanya kemudian melirik Thalia yang sedang fokus menatap buku pelajarannya. 'Tapi dia seolah kayak berlindung ke gue gak sih? Iya gak sih? Padahal kan di sebelahnya ada Jino juga, tapi dia ngumpetnya di belakang gue, terus yang ditarik-tarik baju gue. Berarti dia ngerasa aman gitu kan sama gue,' meskipun Jeno sudah meyakinkan dirinya sendiri untuk enggak baper, ujung-ujungnya ia tetap berdebat dengan pikirannya sendiri. Meskipun yang Thalia lakukan hanya kecil, tapi jadi seseorang yang bisa diandalkan untuk melindungi, adalah sesuatu yang sangat membanggakan dan membuat perasaannya senang serta berdebar. Tapi setelah Jeno pikirkan la

