Calya menopang dagu nya di atas setir mobil setelah beberapa menit menumpahkan air matanya. Sekarang gimana? Masa pulang ke rumah Bunda? Malas banget di omelin. Gumam Calya lalu ia merutuki kebodohannya yang memilih pergi tanpa tujuan. Kebiasaan. Bertidak dulu baru berpikir Ponsel Calya berdering, telpon dari Arion. Calya memilih mengabaikannya lalu kembali memacu mobilnya tak tentu arah. "Aduuh ini gimana?" gumam Calya berdecak sebal. Otaknya benar-benar buntu. Dan saat ia hampir memutuskan untuk kembali ke asrama, ide jahilnya langsung mendominasi. "Baik, mari sedikit bermain" ucap Calya tersenyum lebar setelah rencana dadakannya tersusun. *** Arion mengusap wajahnya sambil menggumamkan istighfar berkali-kali. Tak seharusnya ia memarahi Calya. Seketika rasa b

