Calya menyiram bunga di teras rumah dinas dengan selang air sambil bersenandung kecil. Saat ia hendak beranjak masuk ke dalam, wanita yang paling menguji kesabarannya tiba-tiba muncul. Siapa lagi kalau bukan Bu Farhan? "Eh dek Arion sudah kembali? Seminggu ini kemana aja?" tanya Ibu Farhan sinis. Calya hanya tersenyum tipis, ia memilih tak peduli dengan keberadaan Ibu Farhan. "Kemarin saya lihat keluarga adek kumpul semua ya? Adek takut balik kesini sendiri makanya minta di temenin?" tanya Ibu Farhan. Calya menghela napas panjang lalu menghembuskannya. "Siap, Ibu apa kabar?" Calya menatap Ibu Farhan sekilas, memilih mengabaikan pertanyaan menuduh Bu Farhan. "Baik. Kamu kok masih berani kembali kesini setelah mencoreng nama kesatuan dan kami para Persit? Gak usah sombong

