Kembali ke rumah dinas setelah 3 minggu tinggal di rumah orangtuanya, Calya disambut dengan nyinyiran Bu Farhan, membuat telinga Calya panas. "Izin, Ibu tidak merasa bersalah setelah membuat saya hampir kehilangan janin yang saya kandung?" Calya mulai jengah dengan segala sikap sok berkuasa Bu Farhan dan selalu mencari kesalahan Calya. Jelas Calya tak mau terus-terusan ditindas. "Kenapa saya harus merasa bersalah?" tanya Bu Farhan sinis. Calya menghembuskan napasnya. Gila yaa nih Ibu satu. Gumam Calya menahan emosi. Ia tidak boleh meledak, karena tak mau kembali mencoreng nama Arion lagi seperti satu bulan yang lalu. "Kenapa diam? Kamu mau menuduh saya? Lagi pula, janin kamu tidak kenapa-kenapa kan dek Arion?" Calya tersenyum "Alhamdulillah, dia kuat Bu.

