“bagaimana keadaan Vanessa ma?” Setelah mendapat kabar dari orang tua Vanessa Aditya memutar haluannya menuju rumah yang dulu memberinya kehangatan dan cinta yang bergitu besar. “seperti yang kamu lihat Dit, anak mama sudah seperti raga tak bernyawa, mama sudah kehilangan sosok periang Vanessa” Aditya memandangi sosok lansia tersebut serba salah “Dit, itu kamu?” “iya ini aku, bagaimana kabar kamu?” jawab Aditya memasuki kamar yang dipenuhi dengan kenangan masa kecil mereka. “aku sehat selama kamu sama aku Dit” tanpa menunggu lama Vanessa membendamkan wajahnya pada d**a bidang milik tunangannya. “aku senang mendengar kamu sehat, dan kamu harus selamanya sehat, kamu sudah makan?” “aku selalu kenyang kalau didekat kamu”Aditya mengencangkan pelukannya sebentar kemudian mengurai pelukan

