Kalau di suruh pilih antara mengelilingi lapangan bola kali sepuluh kali dengan menyantap hidangan belut ukuran jumbo yang sebentar lagi terhidang, Alisya akan memilih lari keliling lapangan dari pada melihat belut yang sebentar lagi masuk dalam mulutnya, tenggorokannya, lalu terakhir perutnya. Membayangkannya saja membuat pipinya terasa kaku apa lagi kalau sudah melihat langsung. Kali ini Alisya tak bisa menolak lagi, jika ketika di padang Alisya berdalih dalam keadaan sakit di tambah suaminya meminta untuk taruhan itu di tunda dan meminta Nadine yang memasakkan untuk mereka, namun sekarang ia sudah sehat dan tidak memiliki ide apa-apa untuk mudur dari taruhan tersebut. “mau kemana?” cegat Alvian melihat Alisya yang hendak pergi dari meja makan kediaman Mahesa. “ ada missed call dari m

