Benar dugaan Aditya mengenai kedatangan mertua dan kakak iparnya bertepatan dengan jadwal makan siang. Namun yang tak Adit pahami kenapa suasana di ruangan itu terasa begitu kaku “pi, Al, sudah sampai dari tadi?” ujar Aditya menyalami mertuanya. “bagaimana keadaan kamu?” tanya Daniel menerima minuman yang diberikan menantunya “baik pi, cuma tergores sedikit” jawab Aditya mengambil posisi dihadapan mertuanya “oh iya Ca tadi aku beliin beberapa pakaian untuk kamu, sangking kalang kabutnya kemarin mereka juga mengangkat barang-barang kita” “lalu kau sudah melakukan chek up juga?” tanya Alvian memakan buah apel yang tadi entah kapan laki-laki itu dapat “tidak, aku cuma lecet-lecet insyaallah tidak parah” ujar Alvian mengusap rambut Alisya seolah menenagkan rasa bersalah sang istri. “

