Sejak pagi kerjaan Nadine hanya menatap ponselnya berharap mendapat kabar dari putrinya yang seedang menapak bersama teman-teman dan suaminya. Ia kesal karena menjadi orang terakhir yang mengetahui anaknya pergi, kalau tidak karena suaminya keceplosan mengatakan sang anak sedang trip di luar kota pasti dirinya tidak akan tau. “kenapa sih umma, si kakak sama suaminya kan? lagi pula diatas kan memang gak ada jaringan” bujuk Daniel agar istrinya tidak panik “mas kita pernah berpisah hidup dengan Ica lima tahun tanpa kabar sedikitpun, rasanya aku gak sanggup kalau tidak mendapat kabar darinya walau sebentar” “Nadine sudah berjanji dengan diri Nadine, kalau Alisya sudah kamu beri maaf Nadine akan menerima apapun pilihan Alisya, dan tidak akan membuatnya sedih lagi Nadine gak mau anak Nadine

