Tak pernah terbayangkan oleh Alisya akan kembali bertemu denga orang-orang yang turut andil dalam menrehkan rasa sakit dalam hidupnya. Pertemuan pertemuan random seperti ini terkadang membuatnya takut. Tanpa sadar otaknya kembali menayangkan beberapa bagian masa lalu yang membuatnya sedikit terpancing emosi. “hidup gak ada yang tau yah mbak, laki-laki yang dulu kita perjuangkan justru sama-sama kita relakan” Alisya hanya merespon dengan senyum simpul. Kalau saja dirinya tau akan bertemu dengan Vanessa maka ia akan memilih untuk tidak melakukan chek up hari ini. ia akan lebih memilih bersantai ria dikamar atau berkutat dengan para teamnya. “bagaimana keadaan mbak lima tahun ini mbak?” “baik, alhamdulillah aku baik” jawab Alisya seadanya. “aku minta maaf yah mbak mengenai masa lalu” “s

