Dengan sekuat tenaga Aditya memberanikan diri mengunjungi rumah yang dulunya memberikan warna untuknya, rumah yang ia berikan pada Alisya saat pembagian harta. Namun ditolak mentah oleh Alisya sehingga Aditya kini merubah kepemilikan tersebut menjadi milik putrinya. Dan kini ia berada di rumah keluarga Daniel. rumah yang pernah menyambutnya begitu hangat memberikan dirinya pengalaman menjadi seorang anak. “masih punya muka nginjakin kaki ke rumah ini?” Aditya hanya tersenyum, namun dibalik senyum itu ada perasaan takut yang begitu dalam ia kubur. “aku mau jumpa Alisya dia di sini kan?” “gak ada Alisya gak ada di rumah ini kalaupun ada kau sudah tidak boleh menemuinya, dan aku berhak melarangn Alisya karena kau sudah bukan siapa-sapanya lagi” Aditya mengangguk “kau benar Ica bukan siap

