Malam ini Dena tak bisa memejamkan matanya barang sejenak, padahal jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari, kepalanya terus-terusan dibayangi dengan ucapan Aditya. Entah apa maksud duda anak satu itu mengatakan akan membuatnya nyaman. Di umuran segini wajar bukan kalau dirinya menganggap itu adalah bentuk sebuah ajakan ke dalam hubungan lebih serius? Eh atau dirinya yang terlalu berharap? Tidak mungkin kan dirinya semudah itu jatuh hati kembali pada seseorang padahal dirinya baru saja mengalami kegagalan pernikahan. Kali ini dirinya benar-benar sudah bisa berdamai dengan keadaan dan menerima kenyataan kalau dirinya ditinggal dihari pernikahan. tapi bukan berarti ia bisa benar-benar menemukan kepercayaan dirinya, tetangga, bahkan keluarganya masih kerap menanyakan mengenai Panji. Meski bu

