Part 11

1644 Kata

 Tak henti-hentinya Aditya menetralkan deru nafas yang sedari tadi terasa memburu. Untuk pertama kalinya dalam hidup ia memberanikan diri mengunjungi tempat yang paling akhir dalam daftar tempat yang akan ia kunjungi. Mati-matian ia menahan diri agar tidak memeluk pria yang ada dihadapannya, bahkan ia sudah merasakan rasa asin akibat gigitan pada bibirnya sendiri. Rindu yang sedari kecil ia tahan membuncah sudah. “apa ada yang ingin kamu katakan?” Senyum yang tadi terukir manis kini mulai terasa hambar “bagaimana keadaan anda di dalam sana?” tanya Aditya akhirnya “seperti yang kamu lihat sendiri tubuhku sudah semakin tua renta” “tapi anda tetap tampan bagi saya” ucap Aditya bangga “percuma tampan kalau harus terjerat di dalam sini” ucap laki-laki itu dengan nada bercanda Meski begi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN