Hari Keenam (4/5)

1794 Kata

"Ke sini," Reyga mengajak Karin memasuki kamar Flora, dan Karin nyaris memaki ketika melihat tulang belulang Flora di dalam peti di atas ranjang. "Pasutri itu udah nggak waras ya?" Karin menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak mempercayai apa yang ia lihat. "Apa yang ingin kamu bicarakan?" Reyga segera duduk di kursi, sementara Karin duduk di sisi ranjang. "Ini soal..." "Mau?" Sela Karin tiba-tiba, ia menjulurkan sebungkus cokelat karamel dari dalam ransel. "Kamu pasti belum makan sejak kemarin." "Ma... makasih," Reyga menerimanya, ia lega masih ada yang bisa dimakan, pastinya Karin dan Bayu menyetok sedikit makanan. "Makannya diem-diem aja. Kalau ketahuan Rudy atau Nanda, ntar mereka ngambil cokelatku. Ini stok terakhir loh," Karin membuka cokelat bagiannya."Terus kamu mau ngomong

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN