Suara tembakan beruntun dan bunyi-bunyi keributan lainnya. Reyga bersama Karin dan Bayu menunggu dalam ketegangan dan kegelisahannya di rubanah. Mereka bertiga memandang langit-langit, yang rasa-rasanya bergetar, lampu-lampu gantung berayun dan hiasan berupa figura beberapa berjatuhan, membuat kaca-kacanya retak ketika menghantam lantai. Lalu pintu rubanah membuka, Nanda menuruni tangga dengan tergesa-gesa. Reyga segera mendekati Nanda namun Nanda malah menyuruhnya untuk menjaga pintu dengan mulut tergagap. Reyga menurut, ia mendekati pintu sementara Karin dan Bayu mendatangi Nanda yang tampak kelelahan, wanita itu melempar senapannya yang kosong, kemudian merosot jatuh di lantai. Tubuhnya penuh keringat, dan tampaknya tidak terluka sama sekali. "Ada banyak...!" Nanda memekik histeris

