Anita dan Haikal membawanya ke sebuah rumah yang sepi dan gelap, anehnya di sana juga tidak ada maligon sama sekali. Haikal menyeret Reyga turun dari mobil, kemudian mereka menyusuri halaman. Anita menyusul di belakang. Reyga menyempatkan diri untuk mengamati sekitarnya. Di sini pastilah perumahan elit. Di bawah sinar bulan ia bisa melihat bangunan rumah dua tingkat berdiri sendirian di dalam halaman yang sangat luas. Meskipun halaman itu sudah ditinggalkan, bisa dilihat sebelumnya halamannya ini selalu dirawat sehingga tidak terlihat begitu liar dan berantakan setelah ditinggalkan sejak insiden wabah terjadi. Mereka bertiga menaiki undakan menuju teras. Anita segera maju untuk membukakan pintu dengan memutar kunci. "Ini dimana?" tanya Reyga ketika ia didorong masuk ke dalam rumah. Anit

