Keduanya bangun kesiangan karena Alex terus mendekap tubuh Luna dalam pelukannya hingga membuat gadis yang baru sembuh itu kembali lelap dalam buaian. Dan kini setelah fajar menyingsing, Alex mengajak Luna untuk keluar rumah untuk pertama kalinya. "Untuk apa?" Gadis itu mendongakkan kepalanya, menatap Alex bingung pasalnya Luna tidak ada keperluan apapun di luar sana, lagipula dia masih takut jikalau algojo mucikari semakin beringas mencarinya karena Rahardjo kabur dan masih ada kekhawatiran lain lagi seperti tanpa seperti bertemu dengan sosok Ben yang membuatnya takut atas sikapnya yang menjijikan. "Saya lebih nyaman di dalam rumah ini." ucap Luna dengan wajah tersenyum tipis. "Tapi saya ingin keluar dan mengajakmu." Alex lantas mengakhiri makannya, "Dandan yang cantik dan jangan buat

