115.

1248 Kata

"Ada perlu apa kau ingin bertemu dengan uncle?" sosok bertongkat untuk menopang berat tubuhnya itu masuk kedalam ruang kerja dimana Alea telah menunggu selama beberapa menit dengan teh serta kudapannya. "Apakah hal yang sangat penting?" Wijaya duduk dihadapan Alea, menatap ekspresi keras wanita muda itu dengan heran. "Apakah Alex sudah punya kekasih?" "Untuk apa kau tanya masalah privasi si berandal itu?" Wijaya menatapnya heran, "Jangan bilang kau buru-buru menemui Uncle hanya untuk masalah seperti ini?" "Kalau Alea bilang Iya, Apakah Uncle mau menjawab pertanyaan Alea?" "Ya. Alex sudah punya kekasih." "Bagaimana mungkin uncle merestui Alex menjalin hubungan dengan orang miskin bernama Luna itu?" "Alex sudah dewasa dan uncle tidak berhak ikut campur dengan urusan asmaranya." Wijay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN